Rabu, 25 September 2019

Ragam Gerak Tari

Tari Gambir Anom

     

Ragam Gerak Tari Gambir Anom
A. Gerakan Tangan
1. Menthang
Menthang adalah meluruskan tangan kesamping.

2. Panggel
Panggel adalah mengadu pangkal kedua pergelangan tangan.

3. Nyekithing
Nyekithing adalah ujung jari tengah berhimpitan dengan ibu jari membentuk lingkaran.

4. Ukel
Ukel adalah gerakan memutar pergelangan tangan

Ukel Karno

Ukel Karno adalah gerakan memutar pergelangan tangan disamping telinga.

Ukel Pakis

Ukel Pakis adalah gerakan memutar pergelangan tengan di depan perut.

5. Trap Jamang
Trap Jamang adalah gerakan salah satu jari tangan nyekithing di samping telinga sedangkan lainnya jari merapat dan lurus di depan kening dengan posisi tangan menghadap ke bawah.

6. Ulap-ulap
Ulap-ulap adalah menggerakan jari-jari tangan diatas kepala.

7. Kebyok
Kebyok adalah gerakan mengentakkan sampur ke arah dalam sehingga melilit di lengan namun ujung sampur tetap dipegang.

8. Kebyak
Kebyak adalah gerakan mengentakkan sampur dari posisi kebyok ke arah luar, ujung sampur tetap dipegang.

9. Seblak Sampur
Seblak Sampur adalah gerakan tangan memegang pangkal smpur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju ujung sampur sambil diluruskan kesamping sejajr dengan lambung.

10. Tawing-taweng
Tawing-taweng adalah gerakan salah satu tangan disamping telinga dengan jari tangan lurus dan rapat menghadap kebawah dan ibu jari menghadap keatas.

B. Gerakan Kaki

1. Jengkeng
Jengkeng yaitu dengan posisi kaki kanan diduduki dan kaki kiri dibuk sebar bahu dengan badan tegak.

2. Debeg
Debeg yaitu menghentakkan ujung telapak kaki dengan tumpuan pada tumit.

3.  Gejug
Gejug menjatuhkan ujung jari kaki ke belakang.

4. Kengser
Kengser yaitu bergerak kekiri dan kekanan dengan hanya menggeser kedua telapak kaki secara bergantian antara ujung kaki dan tumit.

5. Srisig
Srisig adalah lari keil dengan berjinjit.

6. Tanjak
Tanjak yaitu berdiri diam dengan kaki kanan serong kekanan didepan kaki kiri tumit kaki kanan sejajar ibu jari kaki kiri dengan jarak satu genggam tangan dan jari kaki kanan mencuat keatas.

7. Napak
Napak adalah sikap saat melangkah.

8. Ledhang
Ledhang yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.

9.  Trecet
Trecet yaitu bergerak kekiri atau kekanan dengan posisi kaki tanjak, lutut ditekuk, dan telapak kaki jinjit lalu geser.

10. Mendhak
Mendhak adalah sikap berdiri dengan kedua lutut ditekuk sesuai dengan posisi telapak kaki.

11. Lumaksono
Lumaksono yaitu gerak kaki seperti orang berjalan.

12. Laku Telu
Laku Telu yaitu gerak kaki seperti lumaksono, namun dilakukan tiga langkah lalu esut.

13. Besut
Besut yaitu gerakan menarik kaki kanan dengan posisi semulanya kaki kanan terbuka selebar bahu dan serong kekanan sejajar kaki kiri.

14. Lilingan
Lilingan adalah gerakan seperti lumaksono namun arahnya memutar atau seperti mengelilingi.

15. Nggroda
Nggroda yaitu gerakan siku ditekuk dengan pergelangan tangan menghadap badan.

16. Nyemprit
Nyemprit adalah posisi ibu jari bertemu dengan ujung jari telunjuk.

17. Ledhang
Ledhang yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.
C. Gerakan Badan
1. Sembahan
Sembahan adalah gerakan yang bertujuan memberikan salam kepada orang yang menyaksikannya.

2. Hoyog
Hoyog yaitu gerakan badan yang dicondongkan kesamping kanan atau kiri dan kedua lutut sedikit ditekuk.

3. Entrag
Entrag adalah mengentakkan badan kebawah berkali-kal seolah mengeper.

4.  Kawilang Ogek
Kawilang Ogek lambung adalah gerakan yang menggerakkan perut kekanan dan kekiri.

Tari Dolalak

Ragam Gerakan Tari Dolalak
A. Gerakan Leher
1. Tolehan
Tolehan adalah menggerakan leher dengan memindahkan pandangan dengan dagu menurut arah hadap wajah.

2. Coklekan
Coklekan adalah gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan.

B. Gerakan Bahu
1. Kirig
Kirig adalah gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu.

2. Kedher

C. Gerakan Tubuh/Badan
1. Leyek (Condong)
Lèyèk (condong) adalah gerakan berdiri dengan kedua kaki saling berdekatan, berat tubuh dialihkan ke satu kaki, sehingga tubuh condong ke satu sisi. Kepala berpaling ke sisi yang sama. Ketika berdiri dalam tanjak, posisi kaki disesuaikan. Jika tubuh condong ke sisi kiri, kaki berubah ke tanjak kanan, dan sebaliknya.

2. Kawilang Ogek
Kawilang Ogek lambung adalah gerakan yang menggerakkan perut kekanan dan kekiri.


2. Etrag
Entrag adalah mengentakkan badan kebawah berkali-kal seolah mengeper.

D. Gerakan Tangan
1. Ngruji
Ngruji adalah semua jari tangan rapat dan tegak lurus, ibu jari ditekuk merapat telapak tangan, tangan kiri dan kanan sama.

2. Taweng
Taweng yaitu posisi tangan ngrayung yang terletak di depan pundak. Posisi ini ada 2, yakni taweng kanan dilakukan tangan kanan yang diletakan pada pundak kiri. sebaliknya taweng kiri dilakukan tangan kiri diletakan pada pundak kanan.

3. Malangkerik
Malangkerik adalah gerakan menempatkan kedua tangan di pinggang (tangan menekuk).

4. Ukel
Ukel adalah gerakan memutar pergelangan tangan.

5. Seblak Sampur
Seblak Sampur adalah gerakan tangan memegang pangkal smpur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju ujung sampur sambil diluruskan kesamping sejajr dengan lambung.

6. Siak
Siak adalah gerakan tangan kiri seblak sampur, tangan kanan seblak ke kanan. kemudian tangan kanan lurus ke samping, tangan kiri mengepal di trap centhik, kaki kiri napak, kaki kanan jinjit. kemudian tanjak kanan.

7. Nyekithing
Nyekithing adalah ujung jari tengah berhimpitan dengan ibu jari membentuk lingkaran.

E. Gerakan Kaki
1. Adeg
Adeg yaitu sikap berdiri atau dasar sikap menari. Posisi badan tegak dan kedua lutut ditekuk membuka ke samping.

2. Tanjak
Tanjak yaitu berdiri diam dengan kaki kanan serong kekanan didepan kaki kiri tumit kaki kanan sejajar ibu jari kaki kiri dengan jarak satu genggam tangan dan jai kaki kanan mencuat keatas.

3. Hoyog
Hoyog yaitu gerakan badan yang dicondongkan kesamping kanan atau kiri dan kedua lutut sedikit ditekuk.

4. Gejug
Gejug menjatuhkan ujung jari kaki ke belakang.

5. Jinjit
Jinjit yaitu berdiri dengan menggunakan ujung telapak kaki bagian depan.

6. Ngetol
Ngetol yaitu gerakan berjalan mendhak sambil menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri.

7. Pencik
Pencik yaitu gerakan ke samping kanan atau kiri dengan pose kaki kanan jinjit dan kaki kiri napak.

8. Jengkeng
Jengkeng yaitu dengan posisi kaki kanan diduduki dan kaki kiri dibuk sebar bahu dengan badan tegak.

9. Mendhak
Mendhak yaitu bentuk dasar kaki paling dominan, yakni posisi lutut ditekuk (merendah). Posisi ini dilakukan selama menari.

10. Debeg
Debeg adalah menghentakan telapak kaki bagian depan. Debeg kanan yang dihetakan kaki kanan, sedangkan debeg kiri yang dihentakkan kaki kiri. Setiap gerakan debeg diikuti dengan gejug.

Rabu, 07 Agustus 2019

Jenis jenis tari

Pada dasarnya, seni tari dapat dikelompokkan menjadi dua jenis tari.

Dari kedua itu maka kita bisa mengetahui perbedaan dari seni tari sendiri.

Dua macam berbedaan itu bisa dilihat dari jumlah penarinya dan macam genre/aliranya.


1. Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Dalam sebuah tarian pasti ada sebuah subjek utama yang menjalankan tarian tersebut. Subjek tersebut adalah penari.

Yang lain hanya pendukung agar lebih terlihat indah saja.

Seperti para pemain musik yang mengiringi tari tersebut, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, tidak akan dikatakan seni tari jika subjek utama ini tidak ada.

Dalam hal ini maka dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori. Berikut penjabarannya.

  • Tari tunggal (solo)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan. Contoh : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.
  • Tari berpasangan (duet)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan. Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.
  • Tari berkelompok (group)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan. Contoh : Tari Saman asal Aceh.

2. Tari Berdasarkan Genre/Aliranya

Seni tari juga dibedakan berdasarkan genre atau alirannya. Dalam hal ini mencangkum aliran  gerakan tarian itu sendiri dan variasi musik yang dibawakan. Aliran seni tersebut dapat dikelompokan menjadi lima kategori.

     1. Tari tradisional

Seni tari tradisional yaitu tarian yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lalu menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian tersebut terdapat nilai, filosofi, simbol dan unsur religius.

Tari tradisional biasanya tidak berubah dari masa ke masa. Dari segi pakaian tari, rias, kostum, dan tarian itu sendiri. Karena tarian seperti ini biasanya salah satu tujuannya adalah agar tetap terjaga dan tidak hilang dimakan zaman.

  • Tari tradisional klasik

Tari ini merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Dikatakan bahwa tarian ini tidak boleh diganti gerakannya, pun juga semua jenis tari tradisional memang tidak bisa diganti gerakannya.

Jika tarian tersebut diganti atau hanya sekedar ditambah, yang isi tarian tersebut adalah budaya kerajaan, maka hanya akan merusak nilai sebuah tarian itu sendiri. Walaupun zaman sudah berganti puluhan tahun, atau bahkan ratusan tahun. Tarian itu tidak boleh diotak-atik.

Ciri seni tarian tradisional klasik adalah tarian yang bernuansa anggun dan berwibawa, juga jubah dan aksesoris mewah yang dikenakan oleh para penari.

Biasanya tarian ini diadakan untuk menyambut sebuah tamu kehormatan dan berkebangsaan.

Contoh dari tarian ini adalah Tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang asal Bali.

  • Tari tradisional kerakyatan

Kebalikan dari tari tradisional klasik, tari tradisional kerakyatan justru dikembangkan dari masyarakat kaum bawah atau rakyat biasa.

Berbeda dengan tradisional klasik, tarian yang satu ini gerakannya tidak terlalu baku. Bahkan bisa di satu padukan dengan gerakan baru yang lebih menarik. Karena tarian ini tidak harus memilki syarat yang berbelit untuk melakukannya. Dari segi gerakan maupun penampilan.

Tari tradisional kerakyatan biasanya di laksanakan atau di adakan dalam bentuk upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.

Contoh dari tarian ini adalah Tari Jaipong asal Jawa Barat dan Tari Lilin asal Sumatra Barat.

     2. Tari kreasi baru

Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.

Seni gerakan yang ditampilkan juga sudah jauh dari kaku. Gerakan yang ditampilkan bersifat bebas, tapi masih tetap dalam kaidah gerakan tari yang estetis dan indah.

Riasan dan iringan musik dalam tari kreasi baru juga sangat beragam. Tergantung dengan tema dan tujuan yang ingin dibawakan oleh penari tersebut.

Tari kreasi baru dibagi menjadi dua bagian. Yaitu tari kreasi baru pola tradisi dan tari kreasi baru pola non tradisi.

  • Tari kreasi baru pola tradisi
    Tari seni ini menggunakan sentuhan unsur tradisional. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Ada nilai-nilai tradisi yang dibawakan dalam tarian jenis ini.
  • Tari kreasi baru pola non tradisi
    Sebaliknya, tarian ini adalah tarian yang tidak menggunakan sama sekali unsur tradisional dalam tariannya. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Dari sini kita bisa mengartikan bahwa tarian ini adalah tarian modern.

     3. Tari kontemporer

Tarian jenis ini memupakan sebuah tarian yang mengunakan gerakan-gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.

Irama musik yang digunakan juga tidak biasa, cukup dibilang unik. Mulai dari musik sederhana, orkestra, sampai musik flutyloops yang diambil dari teknologi musik digital.

Riasan wajah dan kostum dari tarian ini juga terbilang aneh sesuai dengan tema yang dibawakan.

Terbilang aneh, mungkin karena tarian ini yang biasanya membawakan sebuah gerakan berbentuk mengenang sebuah perjuangan seorang tokoh, atau kejadian, atau juga hari tertentu yang mana meninggalkan cerita khusus.

Selasa, 30 Juli 2019

Pengertian Seni Tari

Nama : Muhammad Nashuha Mahfudz

No       : 24

Kelas  : X MIPA 6


PENGERTIAN SENI TARI

Seni tari adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan mengungkapkan perasaan, maksud danpikiran. Tarian merupakan perpaduan dari beberapa unsur yaitu raga, irama, dan rasa.


Tari adalah desakan perasaan manusia di dalam dirinya yang mendorongnya untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak yang ritmis. Menurut Corrie Hartong, ahli tari dari Belanda, mengajukan batasan tari yang berbunyi tari adalah gerak-gerak yang diberi bentuk dan ritmis dari badan didalam ruang.

Tari adalah gerakan tubuh sesuai dengan irama yang mengiringinya.

Tari juga berarti ungkapan jiwa manusia melalui gerak ritmis, sehingga dapat menimbulkan daya pesona. Yang dimaksud ungkapan jiwa adalah meliputi cetusan rasa dan emosional yang disertai kehendak. Menurut Dr Soedarsono, tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah.

Gerakan pada seni tari diiringi dnegan musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan pesan yang dimaksud. Seni tari memiliki geraka berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berjalan.  Gerakan pada tari tidak realistis tetapi ekpresif fan estetis. Agar sebuah tarian harmonis, tarian harus memiliki unsur tersebut. Gerakan seni tari melibatkan anggota badan. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.

PENGERTIAN SENI MENURUT PARA AHLI

    Dari Luar Negeri

1. Aristoteles (384-322 SM)

Filsuf Yunani bernama Aristoteles tidak hanya memiliki ketertarikan pada ilmu fisika, biologi, dan politik. Filsuf terkenal ini juga tertarik pada bidang seni, seperti puisi, teater, dan musik. Aristoteles mengartikan seni tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak.

2. John Weaver (1673-1760)

Weaver merupakan seorang berkebangsaan Inggris dan dikenal sebagai master dalam tari balet, koreografer, dan bapak pantomim dalam sejarah Inggris. Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak teratur yang elegan, dibentuk secara harmonis dari sikap yang elok, dan melawan postur tubuh yang anggun.

3. Curt Sachs (1881-1959)

Sachs adalah pakar musik berkebangsaan Jerman yang telah mempelajari musik sejak usia belia. Walaupun lebih dominan dalam seni musik, Sachs juga memiliki satu buku yang membahas seni tari, berjudul Word History of the Dance (1937). Menurut beliau, seni tari adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak berirama yang memiliki nilai estetika.

4. Judith Mackrell

Mackrell adalah seorang kritikus tari, dan juga menulis banyak artikel berkaitan dengan seni gerak tubuh ini. Dalam artikelnya yang diunggah dalam media online Britannica.com dengan judul Dance (2017), seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang ritmis, seiring dengan musik dan dilakukan dalam sebuah ruang, dengan tujuan mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energy, atau hanya untuk kesenangan semata.

  Dari Dalam Negeri

1. Yulianti Parani (1939)

Parani merupakan seorang koreografer dan juga sejarawan yang lahir di Jakarta pada tahun 1939. Beliau sudah mnegenal tari balet sejak usia 11 tahun, lalu mengembangkan tari balet di Indonesia. Beliau juga mendirikan sekolah balet bernama Nritya Sundara pada tahun 1957. Seni tari, menurut Parani, adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide tertentu.

2. Bagong Kussudiarja (1928-2004)

Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis yang berasal dari Indonesia. Bagong berkarir dalam bidang seni tari di tahun 1954. Beliau juga memiliki pusat latihan tari (PLT) yang didirikan di tahun 1958. Definisi seni tari menurut beliau adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

3. Enoch Atmadibrata (1927-2011)

Pakar seni yang lahir di Garut ini merupakan salah satu seniman yang dikenal karena karya-karya koregrafinya. Beliau juga menerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia tahun 2003. Menurut beliau, seni tari adalah susunan sikap tubuh di dalam ruang, berlandaskan irama dan gerak.

4. Drs. I Gede Ardika (1945)

Beliau adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada masa Kabinet Gotong Royong. Beliau memegang jabatan tersebut di tahun 2000 hingga 2011. Beliau mengartikan seni tari sebagai sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.

Sekian dan Terimakasih